Pagi tadi saya bangun dengan rasa letih. Saat malam damai, ketika adik-adik tertidur pulas oleh mimpi-mimpi mereka, saya terganggu oleh imsonia ringan yang tiba-tiba datang. Seandainya saraf tidur seperti saklar yang bisa ditekan kapan saja.
Pada mulanya adalah gumpalan-gumpalan awan yang bergerak, seperti mencari pasangan masing-masing. Kemudian menyatu, menghitam. Membetengi bumi dari sengatan sinar matahari, walau hanya sejenak. Untunglah ada awan, sehingga bumi bisa istirahat sebentar dari rasa gerah. Lalu awan itu seperti pecah. Butiran-butiran air jatuh dari ketinggian ratusan meter. Menghadirkan suara gaduh. Bunyi genteng yang tertimpa. Aspal yang seketika melepuh. Pohonan bergoyang. Bau khas hujan ketika bertemu tanah.
Perubahan adalah abadi,hitam adalah gelap,menuju terang....dimana titik terang yg membuat kita abadi,,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar