Minggu, 26 April 2015

Saya baik2 saja...

Saya baik2 saja...
Ungkapan 'Saya baik2 saja' itu bisa beragam makna. Ia tidak selalu benar2 merujuk pada situasi yang baik atau stabil, melainkan bisa jadi sekadar menghibur diri dan berusaha bertahan tinggal di dalam kondisi yang menyesakkan.
"Saya baik2 saja", kata seseorang. Tetapi ketika bibirnya menyatakan itu, air mukanya tidak tampak tenang. Apalagi dengan situasi batinnya, pasti tengah bergejolak, bukan?
Sebuah kalimat sepositif apapun jika itu diucapkan tidak berdasarkan fakta apa adanya, intinya adalah sebagai pelipuran. Ini bukan persoalan melipur diri itu tindakan benar atau salah, tapi pemahaman bahwa batin terjebak dalam distorsi adalah penting. Batin yang terkondisi, meski berupaya menyamarkannya dengan sebuah kalimat positif, tapi tetap terpenjara. .
Bagi orang berkesadaran, ungkapan 'Saya baik2 saja' adalah memang demikian adanya. Meskipun barangkali orang tsb tengah berada dalam persoalan hidup yang pelik, tetapi semua itu tidak mempengaruhi kestabilan batinnya. Maka ia pun akan tetap tenang dan jernih dalam menjalani aktivitas sehari2nya.
Jadi, ketika Anda mengucap: "Saya baik2 saja.." Segeralah menyelidik, benarkah Anda sungguh2 dalam situasi batin yang baik atau hanya berpura2 baik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar