Saya baik2 saja...
Ungkapan 'Saya baik2 saja' itu bisa beragam
makna. Ia tidak selalu benar2 merujuk pada situasi yang baik atau
stabil, melainkan bisa jadi sekadar menghibur diri dan berusaha bertahan
tinggal di dalam kondisi yang menyesakkan.
"Saya baik2 saja",
kata seseorang. Tetapi ketika bibirnya menyatakan itu, air mukanya tidak
tampak tenang. Apalagi dengan situasi batinnya, pasti tengah
bergejolak, bukan?
Sebuah kalimat
sepositif apapun jika itu diucapkan tidak berdasarkan fakta apa adanya,
intinya adalah sebagai pelipuran. Ini bukan persoalan melipur diri itu
tindakan benar atau salah, tapi pemahaman bahwa batin terjebak dalam
distorsi adalah penting. Batin yang terkondisi, meski berupaya
menyamarkannya dengan sebuah kalimat positif, tapi tetap terpenjara. .
Bagi orang berkesadaran, ungkapan 'Saya baik2 saja' adalah memang
demikian adanya. Meskipun barangkali orang tsb tengah berada dalam
persoalan hidup yang pelik, tetapi semua itu tidak mempengaruhi
kestabilan batinnya. Maka ia pun akan tetap tenang dan jernih dalam
menjalani aktivitas sehari2nya.
Jadi, ketika Anda mengucap: "Saya
baik2 saja.." Segeralah menyelidik, benarkah Anda sungguh2 dalam
situasi batin yang baik atau hanya berpura2 baik?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar