Selasa, 21 April 2015

puing-puing hati

Diantara puing-puing hati yang berserakan,disinari mentari yang makin meredup dan mungkin enngan tuk bersinar lagi,aku mencoba berdiri mengais secercah harapan ditemani pelita yang mungkin sebentar lagi padam dimakan apinya sendiri.

 Yang lalu biarlah berlalu,sekarang kita song-song masa depan yang semoga lebih baik untuk segala hal

 Hingga akhirnya ketika aku lelah untuk melangkah,mungkin aku akan berubah haluan!

 Seandainya bintang-bintang berguguran,dan bulanpun enggan tuk bersua,maka gulitalah yang akan setia menemani

 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu. Tuhan mengetahui sedang kamu tidak mengetahui".


 Terbanglah seperti burung jika menginginkan kebebasan,
Hinggaplah didahan pohon yang mungkin engkau suka,
Jangan pernah kau hiraukan lagi sangkar yang hanya akan membelenggu!


 Sesungguhnya semua gerak dan langkahku sudah ada yang mengatur,Dialah ...karmamu .....sang sutradara kehidupan.


 Waktu terus melaju,menelusuri sisa-sisa kehidupan

 Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada,karena belum tentu kesempatan itu akan datang untuk menghampirimu lagi.Dan ketika kesempatan itu telah hilang,maka hanyalah tinggal penyesalan yang tersisa!


 Melihatmu menjadi lebih baik adalah suatu kebanggaan tersendiri bagiku,
dan melihatmu lebih sukses adalah suatu kebahagian untukku.
Semoga engkau jadi lebih baik dan lebih sukses lagi dimasa yang akan datang!
Dan semoga engkau bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku segalanya!
Aku ikut bahagia bila engkau bahagia.
Doa'ku selalu menyertaimu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar