Terkenang masa itu
Senja berganti malam, iseng-iseng aku kirim rekaman lagu dengan suara sendiri Teruntuk pujaan hati yang menolak cintaku. Raissa Candri
Bagiku, semua sangat berarti. Ku ingin kau disini, tepiskan sepiku bersamamu. Hingga akhir waktu…. semoga suatu saat kebencianmu menjadi sebuah cinta”
“Mamaa,, papaa,, ” Dia membalasnya dengan rekaman suara adiknya
“Maaf, yang tadi hanya sebuah lagu. Aku sudah menemukan gadis yang kuanggap jauh lebih sempurna darimu, dan tentunya lebih dewasa. Dibandingkan dengan dia, kamu tak ada apa-apanya” aku berusaha mengobati diri.
“Ohh ... ok! ..... jangan gitu ah ...... hak ku untuk menerima atau menolak”
“Aku percaya, rasa sakit yang pernah kau beri padaku, suatu saat kau akan merasakannya. Ohya, jujur, Aku gak bisa menghapus rasa sayangku begitu saja. Mungkin karena Ica masih dibawah umur, belum mengerti betapa hancurnya perasaanku, ketika rasa sayang yang tulus dicampakkan." Bulir’ air mata selalu mengiringi. Walau dalam hati maklum.
“Ow ok ... ok .. sabar kakak, mungkin belum waktunya”
“Oya, maafin aku udah hampir setahun menganggumu, Ca. Sering bikin Ica jengkel, marah, dll. Sekali lagi, maafin aku! mudah-mudahan Ica memaafkannya. Mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih indah dari apa yang aku harapkan. Hanya doa yang bisa aku titipkan, semoga Ica bahagia nanti”
“Makasih dah, ... kakak yang baik…”
Hari sudah larut malam, jam menyudut menunjukan pukul setengah dua belas. Aku membalas sms dia mumpung dia mau membalasnya, aji mumpung..Kuharap sebelum jam 2 sudah tertidur. kata mama, minimal tidur jam 2 sampe jam 4 karena ini waktu tubuh meremajakan diri.
“Ya, sama-sama. Ada pesanku; Jaga diri baik-baik, jadilah diri sendiri, jangan meniru cewek lain, apalagi meniru pergaulan bebas. Semoga Tuhan selalu menjagamu, adik sayang..”
Sms tak dibalas, aku sms lagi, aku ingin suasana mencair. Dari tadi aku merasa kikuk dia mau membalas smsku, biasanya hampir tak pernah mau balas sms dariku, kalau dibalas berantem melulu.
“Oya, kok belum tidur sampai jam segini? nanti ibu peri bersayap ngantuk loh jagain kamu.”
“O.. ”
“Pasti asal balas tuh! Tahu gak, kalau sms ‘O’ artinya jomblo, loh! Sedangkan sms kosong artinya kangen”
“Hahaha.. Oya, gitu ya .... . Aku mohon, jangan guna-guna aku. Aku takut…”
“Ooooowwwww,, kenapa negative banget pikiranmu, Nona kecilku? aku sudah sering bilang, aku tak akan pernah menyakiti orang yang aku sayangi. Lebih baik aku menderita karena rasa sayangku padamu. Aku pasti sedih jika melihat orang yang aku sayang hidup menderita” Balasku.
Aku duduk termangu di tempat tidur, memikirkan hal itu. Memang kadang menyakitkan bila cinta tak terbalas, apalagi sering dihina. Dalam keadaan seperti itu, terkadang perasan orang menjadi terbalik; sedih melihat orang bahagia, dan senang melihat orang lain menderita.
“Janji ya..”
“Masih ragukah akan hal itu? bukankah aku sudah membuktikannya selama ini?”
“Ya kak.. makasih dah. Dan maafkan aku selama ini”
“Aku gak pernah marah kok, kalau kecewa, Iya. Tetapi inget loh, benci sering menjadi cinta. Kalau tidak begitu, akan lebih menyedihkan lagi yaitu disakiti orang yang disayang”
“Mudah-mudahan gak begitu..”
“Harapanku juga begitu. Gak mau melihat Ica menderita. Sebab, deritamu adalah deritaku. Kebahagianmu adalah kebahagianku juga, tetapi penderitaanku bukanlah deritamu”
“Haaa?”
Aku tertidur, tak sempat balas smsnya lagi.
***
Sepenggal kisah cinta yang terkenang. Aku menyimpannya dalam relung hati. Terukir indah seiring waktu berubah. Manakala aku mengingat kenangan yang tercipta, disitulah kadang aku merasa sedih. Sedih cinta tulusku tak berbalas.
Dua puluh tahun berlalu. tak disangka kami bertemu di sebuah aula. seorang anak kecil memanggil "nini.......nini....." dan aku terkesiap melihat Ica merangkul gadis kecil itu mungkin hampir tiga tahunan. aku yakin dia. Kurasa aku menikah duluan karena aku segera menikah ketika ia menolakku, tapi ternyata dia juga menikah pada saat yang sama ….. itu berarti dia sudah punya yang lain ketika aku menembaknya. Aku menebak-nebak. Anakku masih kuliah sementara Ica sudah punya cucu. Masih cantik. Mungkin anaknya kawin kecelakaan. Bodo amat.
Aku tidak menyapanya. Aku menghindar dekat atau bertatapan. Setiap kegiatan, yang pertama kucari adalah dia, datang apa ga ya….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar