Sabtu, 23 Mei 2015

Lho, uangnya kan



Selesai makan di rumah makan Padang yang pemiliknya bukan orang Padang, ku bermaksud mau bayar.
"Berapa pak? Pakai ini, nasi tambah, tambah lauk itu.." kataku. Dia menghitung, kemudian menjawab, "Rp 34.000."
Ku cari uang warna biru di dalam dompet, namun tiada. Maka ku ambil uang warna merah cetakan Australia. Ia menerima uang itu dan berjalan menuju laci hendak ambil uang pecahan. Dia memberikan uang yang sudah digulung kepadaku.
Aku berjalan kearah kendaraan sambil menghitung uang kembalian. Lho, kok cuma enambelas ribu? Oh, idiot! Aku kembali dan menyodorkan uang itu sambil berkata, "Ini tidak keliru?"
"Lho, uangnya kan limapuluh?" katanya, idiot.
"Saya sudah mencari-cari uang limapuluhan tapi tidak ada. Uangku semuanya ratusan!" kataku dengan gaya orang kaya yang sombong.
Ia kemudian pergi ke laci dan memberiku sejumlah yang seharusnya. Ku lihat uang warna biru.
"Kok bisa lupa, pak? Hehe" dia tak menjawab, seperti menahan malu. Aku lalu pergi. Ketika sudah berjalan cukup jauh, kuhitung itu duit. Eh, ternyata semuanya Rp 86.000. Berarti kelebihan Rp 20.000.
Ku pikir sejenak, lalu berkata pada diriku sendiri, 'Ah. Ngapain berurusan dengan orang goblok. Salah dia sendiri kenapa gue yang jadi repot musti bolak-balik?







Tidak ada komentar:

Posting Komentar